October 30, 2012

Ber-clodi Ria di Kampung Halaman

Tahun 2011 ini kami mudik ke Garut. Sebenarnya sih bukan kampung halaman, karena saya pribadi lahir di Jakarta, ortu dan mertua juga semua berada di Jakarta. Tapi karena keluarga nenek mamaku masih banyak di sana, jadi mudik kali ini dalam rangka silaturahim ke sanak saudara (karuhun-kalau basa Sundanya :p).

Awalnya ketika packing pakaian selama tiga hari, aku sama sekali belum mewacanakan ke suami agar tetap pakai clodi untuk adik Malik (14 bulan). Apalagi bepergian, belum tahu juga nanti akan menginap di mana dan apakah ada mesin  cuci atau tidak. Soalnya dulu awalnya berclodi juga kurang disetujui suami, karena dia tidak tega kalau aku harus nyuci-nyuci ribet. Hehehe.

Tapi ternyata tanpa diduga, suami justru saranin bawa aja untuk ganti sekadar tiga pasang. Waaah kesempatan, aku bawa aja selusin clodinya adik. Mungkin dia udah terkena ‘radiasi’ kampanye go green atau lama-lama sudah semakin terasa hematnya menggunakan clodi. Karena disadari kita tidak lagi berbondong-bondong beli pospak untuk memenuhi trolley di supermarket dan mengincar promo banting harga para produsen pospak.

Jadilah aku bawa clodi selusin dengan masing-masing double insert dan beli sabun cuci piring untuk kucek-kucek noda pup atau membersikan pee. Akhirnya kami mudik tanggal 5 September 2011 setelah arus balik, karena tidak harus mengejar lebaran di sana, jadi mau santai di jalan aja. Tapi ternyata macet juga di daerah Kadungora setelah Nagreg *curcoldotcom*.

Hari pertama: Clodi inner bamboo dan double insert dipakai dari rumah (berangkat jam 11), baru diganti sore jam 4. Karena gak terlalu basah mungkin lebih banyak ekskresi cairan untuk keringat dibanding pee. Walaupun semriwing juga, tapi semoga tetap bisa bernafas kulitnya. Kemudian akhirnya sampai juga di Cilawu rumah keponakan mamaku. Di sana airnya dingin sekali karena dekat kaki gunung. Suhunya cocok untuk adik karena full AC (AC alam, hehe). Kemudian ganti clodi baru setelah mandi. Lalu sebelum tidur ganti lagi karena adik pup. Lalu pakai lagi clodi dengan double insert untuk malam, khawatir heavy wetter karena suhu dingin. Kondisinya, aku gak bisa jemur nih karena mau ditinggal pergi-pergi. Rumah tempat menginap gak ada yang jaga kalau jemur di luar. Jadi clodi hanya dicuci bersih dan diperas tangan lalu disimpan dalam kantong plastik (wetbagnya gak muat). TOTAL hari pertama 3 clodi.
 
Hari kedua: Ganti clodi bangun tidur dengan 1 insert saja. Sebelum silaturahim, mau pergi mandi dulu di pemandian air panas. Tetapi ternyata, kita justru ke tempat yang ada kolam renangnya. Jadilah Malik dibawa berenang sama adikku, dan tuh clodi dibawa nyemplung. Baru sadar setelah bilas, berharap PUL-nya tidak rusak karena air hangat belerang dan adik belum pee :p. Nah karena ribet setelah memandikan adik dan aku masih ngantri bilas, jadi adik diganti bajunya sama ayah. Laaah dipakain pospak deh, yang dibawa untuk cadangan. Mungkin ribet kalau pakai clodi, padahal aku dah siapin clodi double insert.
 

Lalu kita lanjut silaturahim sampai sore. Adik diganti clodi lagi setelah mandi sore, karena siang pospaknya masih cukup menampung. Sebelum tidur juga diganti lagi dengan double insert. TOTAL hari kedua 3 clodi, karena diseling pospak 1 kali.

Hari ketiga: pagi-pagi langsung ganti clodi setelah mandi. Tidak lama, eh dia pup jadi ganti lagi dengan 1 insert. Lalu kita pergi ke Cikajang daerah pegunungan, panas kalau siang jadi banyak berkeringat dan sedikit pee. Siang di tempat saudara, ganti clodi lagi dengan double insert. Lalu bersiap kembali ke Jakarta tapi mampir ke rumah saudara dulu di Bandung. Clodi diganti di rumah saudara, supaya bernafas dan khawatir sampai rumah malam banget. Akhirnya sampai Jakarta, Alhamdulillah. Setelah bersih-bersih sebelum tidur malam, diganti dulu clodinya dengan double insert. TOTAL hari ketiga 5 clodi.

Akhirnya bisa tetap berclodi ria di perjalanan-menginap walaupun tidak bisa jemur-jemur pakaian. Konsekuensinya pulang dengan membawa banyak cucian yang basah karena dipakai renang dan cucian clodi ditambah dengan cucian kering, dapat dipastikan menjadi ‘oleh-oleh’ perjalanan mudik tahun ini. Hehehe. Tiga hari nyuci gak selesai-selesai nih dan setrikaan bunda menumpuk. Walaaaah :p syukurnya clodi gak usah disetrika :D
Oh iya, setelah aku cek clodi insert bamboo pempem ada bercak agak kekuning-kuningan, apakah karena dipakai berenang air belerang, entahlah. Tapi yang penting PUL clodi yang dipakai renang—merk yang mana lupa—gak rusak (karena pakai clodi insertnya gonta-ganti, gak sesuai pasangan antara insert dan pocket).

Tahun ini kurang memungkinkan sambil kampanye clodi ke saudara nih. Sepupuku yang punya bayi dan kebanyakan saudara yang lain sudah pada pulang, karena aku mudiknya telat. Hehehe. Maybe next time kalau punya baby lagi yang diajak mudik (berharap tahun depan Malik dah lulus toilet training, Amiin).

Ayuks ayah bunda tetap bersemangat go green! Walaupun rempong jaya bangeeeet daaah ^^. Tetap dinikmati dan happy aja, walaupun riweeeuh euy sama cucian seabrek,,,, hehehe.

*) tulisan ini memenangi hadiah 2 buah clodi dari Kompoka-Komunitas Popok Kain

No comments:

Post a Comment