Pages

March 20, 2014

Daging Bola Balado

Naaah, sekarang kita coba resep berbahan dasar daging yoo... Banyak daging dari kurban sapi nih. Minta giling/cincang bawa ke pasar. Hehe lumayan 2 kilo beraaat.

Setelah halus simpan dalam plastik masing-masing 1/4 kg. Peruntukannya macam-macam, mulai dari perkedel, martabak telur, bakso, sampai campuran saus bolognaise. Sedapnyeee *ala upin ipin

Yang ini kita masak Daging Bola Balado. Langsung aja yuuk:

Bahan
- 1/4 kg daging giling
- tusukan sate

Bumbu
- bawang merah 6
- bawang putih 4
- cabai merah 5 (sesuai selera)
- minyak untuk menumis
- daun jeruk 2 lembar
- lengkoas 1 ruas ibu jari
- garam secukupnya
- gula secukupnya

Cara
1. Bentuk daging bulat-bulat besarnya sesuai keinginan. Ukuran sedang aja sih supaya proporsional di tusukan satenya. Kemudian rebus sebentar dengan api kecil dan sedikit air (asal terendam semua). Setelah matang angkat tiriskan.
2. Tumis semua bumbu termasuk lengkoas yang digeprek dan daun jeruk untuk penambah harum. Masukkan air dari rebusan daging, garam, dan gula. Tunggu sampai bumbu harum dan matang.
3. Masukkan daging, tutup sebentar kecilkan api, tunggu sebentar hingga bumbu meresap dan kuah menyusut.
4. Angkat daging, masukkan ke tusakan sate yang sudah dicuci dan dikeringkan. Hidangkan di wadah dengan tambahan bumbu sambalnya. Hmm.... 

Selamat mencoba ^___^

Ayam Bakar Rica

Kali ini coba masak lauk berbahan ayam. Tapi mau yang pedas kayak rica-rica gitu. Berhubung gak punya alat bakar arang, jd bakarnya di hepikol (happy call) aja. Yang penting ada hitam-hitam gosongnya. Hehe


Bahan:
-    1 ekor ayam broiler ukuran sedang, potong 4 atau 8


Bumbu:
-    Bumbu ayam ungkep (kunyit, lengkoas, jahe, bawang merah-putih, sereh, salam, cabai, daun jeruk) semua bahan dihaluskan.
Atau beli aja bumbu ayam ungkep/ayam rica-rica di pasar biar praktis, hehe.


Pelengkap:
-    Lalapan: selada air, kemangi, ketimun, tomat.
-    Sambal ulek/sambal goreng.


Cara:
-    Tumis semua bumbu hingga wangi, tambahkan sedikit air, masukkan semua ayam. Tutup hingga air menyusut kering. Ayam sudah matang.
-    Langkah selanjutnya, masukkan ayam ke dalam hepikol masak hingga kering ada warna hitamnya.
-    Angkat sajikan hangat bersama lalapan dan sambal. Nyam-nyam…


Selamat mencoba!

Vegetable Salad

Lagi mau yang segar… nah bisa coba resep ini.
Vegetable salad kayak di resto Pizza Hut gitu deh. Klo di sana kan seporsi 1 mangkok harganya lumayan ya. Nah ini bisa bikin buanyak sekeluarga sampe kenyang. Hehe. Gado-gado ala londo lah. Langsung aja ya. Bahannya semua sayuran yang bisa ditemukan di pasar tradisional.


Bahan:
-    Macaroni keong: 100 gram (atau sesuai selera)
-  Kacang merah, rendam dulu agar cepat lunak: 100 gram (biasa beli aja sebungkus kecil Rp 2000 di pasar) atau 1 stereofoam di supermarket sekitar 3000-an kayaknya.
-   Wortel (potong dadu kecil): 2 buah, ukuran sedang
-  Brokoli (potong kecil): 1 ukuran kecil (sekitar Rp 5000 di pasar)
-   Jagung manis (2 buah, pisahkan dari bonggolnya)
*) harga sayurannya tentatif di masing-masing pasar ya, hehe

Saus:
-    Mayonnaise (secukupnya, sesuai selera)
-    Thousand island (secukupnya, sesuai selera)
-    Saus sambal (pilihan, bila suka)

Cara:
-    Rebus semua bahan sayuran terpisah secara berturut-turut. Air diganti setiap merebus bahan yg berbeda supaya rasa tidak tercampur.
-    Rebus kacang merah (karena ini paling lama), angkat ketika sudah lunak lalu tiriskan.
-    Rebus macaroni kira-kira 15 menit, jangan terlalu lunak.
-    Rebus wortel, angkat ketika sudah lunak lalu tiriskan.
-    Rebus jagung manis, sebentar saja. Angkat lalu tiriskan.
-    Rebus brokoli, sebentar juga. Angkat lalu tiriskan.
-    Tuangkan semua bahan dalam mangkuk besar lalu aduk dengan saus mayonnaise dan atau thousand island. Atau bisa juga ambil dalam mangkuk-mangkuk kecil. Saus baru dicampur ketika akan makan.
-    Kira-kira untuk 6 porsi. Siiip segaar… anak-anak suka juga nih, selamat mencoba.

February 16, 2014

Sharing Metode Balitaku Khatam Qur'an

Assalamu'alaikum,

Hari ini Sabtu, 18 Januari 2014 saya alhamdulillah berhasil menembus hujan di pagi hari hehe (lagi musim banjir di mana-mana nih, kasian para korban). Mau kopdar-an grup UmmIs Corner WA-3 di Sekolah Lentera Insan Depok. Di samping kopdar bertemu wajah ummies semua, kita juga ada sharing dari pelatihan oleh ustadzah Dr. Sarmini "Balitaku Khatam Qur'an". Berhubung ustadzah Sarmini sedang hamil trimester ketiga sehingga tidak ada seminar lagi untuk sementara, jadi yang sharing dari Ainan (member UC WA-3). Makasih banyak ya Ainan sholihah atas kesediaannya sharing ilmu, jauh-jauh berangkat dari Bekasi :)

Di awal ada segmen promo dari pihak Lentera Insan, hebat ya maju sekolahnya. Ditetapkan sebagai sekolah inklusi, bisa menerima murid untuk ABK (anak berkebutuhan khusus-ringan). Terima kasih untuk mba Alfi atas kerjasamanya. Semoga UC bisa menggunakan Sekolah Lensa lagi di acara selanjutnya, hehe.

Selanjutnya sharing dari Ainan. File power point-nya, sayang tak bisa dibuka, tapi dari bukunya saja juga sudah komplit koq. Saya belum baca bukunya nih, makanya sekalian mau beli, alhamdulilllah dapet diskon dan gak pake ongkir hehe. Jadinya gak saya taruh di bagian page read books dulu ya. Saya tamatkan dulu baca bukunya nanti.

Nah pada intinya kenapa sih kita harus mengajarkan anak-anak belajar membaca al-Qur'an. Di sisi lain kan katanya ada tuh ilmu parenting yang sebaiknya tidak mengajarkan calistung (baca, tulis, hitung) sejak dini pada balita. Nah baca Qur'an kan termasuk baca juga, bukan huruf latin pulak. Jadi kita  harus bersikap bagaimana nih? Kalau kata Emma lulusan Psikologi UI member UC juga, yang bermasalah dari calistung sih kalau si anak merasa tertekan dari keharusannya dituntut belajar. Kalau anak enjoy aja ya gak masalah belajar ini itu termasuk calistung. Wah berarti baca Qur'an penting dong diajarkan sejak dini, karena masa golden age anak-anak saatnya mereka menyerap pengetahuan sebanyak-banyaknya. Ibarat komputer nih isinya ber tera-tera bisa diinstall macam-macam. Tergantung kita orang tuanya mau install program apa.

Selain itu Ustadzah Sarmini ingin keluarganya menjadi sebaik-baiknya manusia. Seperti dalam hadits, yaitu menjadi golongan orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya. Selain itu kan belajar al Qur'an terbata-bata dapat 2 pahala. Jadi kalau anak-anak kita sendiri yang baca karena diajarin kita dan masih terbata-bata pahalanya yang berujung mengalir untuk orang tuanya juga. Masya Allah...

Keutamaan lainnya lebih lengkap bisa baca di bukunya aja. Selanjutnya Ainan langsung mengajarkan praktik membuatnya, kita dibagikan kertas HVS kosong dan spidol warna-warni.

1. Kertas dibagi dua kemudian gambar huruf hijaiyah yang mudah dilafalkan anak dengan tanda (harokat) fathah. Huruf dan harokat diberi warna berbeda. Kemudian diberi bentuk frame yang berbeda.

Jadi anak-anak tidak diajarkan nama huruf seperti: alif, 'ain, lam, syin, dst. Tapi diajarkan langsung, a, 'a, la, sya, dst. Karena dalam al Qur'an ayat yang diucapkan dengan nama hurufnya hanya sebagian kecilnya saja, seperti alif laam miim, yaa syiin, nuun, dsb. Jadi anak langsung diajarkan huruf yang sudah berharakat (berbunyi), mirip seperti buku Iqro.

Bentuk frame bisa membantu anak mengingat huruf hijaiyah di dalamnya.


2. Satu halaman dibagi menjadi 7 kolom X 4 baris. Urutan huruf dari baris pertama usahakan yang mudah pengucapannya bagi anak batita-balita. Dalam satu baris tidak boleh ada huruf yang bunyi makhrojnya sama.



Nah, dari beberapa trik di atas kita tinggal modifikasi aja. Tahapan setelah mengenal huruf ber-fathah, kemudian huruf fathah dengan mad (panjang), huruf sambung, baru huruf kasroh, dommah & tanwin (mirip dg buku Iqro). Berbagai contoh huruf di atas bisa dipajang di sepanjang rumah, di kulkas pakai magnet, dll. Misal ketika anak mau mengambil susu UHT di pintu kulkas ada huruf (sa), ini bisa jadi awalan (susu). Kata Ainan, rumah ustadzah Sarmini memang penuh dengan huruf di dindingnya.

Di dalam bukunya Ustadzah Sarmini ingin anak-anak bisa seperti buah utrujah (jeruk) yang wangi, manis intinya bermanfaat bagi ummat. Ada hadits nya nih, nanti saya kutip ya. Nah, sehubungan dengan nama tersebut ada daycare (tempat penitipan anak) sederhana, mungil, & kuota terbatas di Depok dekat BSI Margonda bernama 'Utrujah' dikelola dalam pengawasan Ustadzah Sarmini. Sepulang dari pelatihan kami sempat mampir sekalian Ainan mengembalikan payung. Saya ketemu Eza juga deh member UC WA-1, silaturahim. Berikut gambar ruang Utrujah, tetangga ikut membantu melukis dinding lho:



Akhirnya kita buat huruf hijaiyah aja dipasang di kamar, bisa dilihat untuk belajar sebelum tidur untuk adik (3,5 thn). Kalau kakak (4,5 thn) alhamdulillah sudah Iqro 4 belajar sama bubun di rumah, sambil murojaah hafalan hadits dan Qur'an yang dipelajari di sekolah. Kalau di sekolah pakainya metode Ummi dari Ummi Foundation.


Coret-coretan ditimpa kertas asturo persegi, tambah 'berwarna' deh
Semoga anak-anak menjadi generasi yang mencintai al-Qur'an, penghafal al-Qur'an, & mengamalkannya. Aamiin.

January 28, 2014

99 Cahaya di Langit Eropa

Awalnya gak niat banget mau beli buku ini, eeh ternyata suami justru nawarin pas lagi nge-mall di Gramedia. Ya udah beli deh hehe.
Sebelumnya saya tamatin dulu buku Ayah karena tinggal 1/3 lagi. Klo ketauan belum selesai nanti-nanti gak dibeliin lagi buku bacaan ringan begini :p

Sebenernya saya belum tau tentang buku ini awalnya hingga akhirnya difilmkan. Jadi beli buku dengan cover seperti di sinema bukan cover edisi cetakan awal. Ya karena tau ada filmnya, walaupun belum nonton.

Cover cetakan awal. Sumber foto dari sini 
Di awal isinya tentang sejarah masa penaklukan beberapa wilayah di Eropa. Kemudian masuk pada bagian pengalaman hidup penulis tinggal di Wina, Austria.

Isinya sarat dengan opini yang bermakna, dari sejarah dunia Islam khususnya di Eropa, sikap politik kesultanan Islam, dan kebudayaan yang berkembang dari peradaban Islam. Sedikit teringat di masa kuliah Pemikiran Politik Islam, ada dosen tamu yang mengiyakan bahwa isi sejarah Islam adalah 'darah' (kesannya umat Islam penyerang banget dan gak jauh lah sama teroris, sebeeeel). Trus di sisi lain kenapa pula, negara yg identitasnya non muslim, bahkan ateis justru kehidupannya lebih teratur yaa soal kecil seperti kebersihan saja lah. Padahal jika seluruh muslim menamatkan Fiqh Thaharoh dan menjalankan ajaran Islam dengan sesungguhnya khususnya soal kebersihan, tempat wudhu/WC di masjid sekitar kita gak akan beraroma menusuk hidung ya.

Nah figur yang kuat dari kisah ini adalah tentang Fatma, ia seorang ibu kebangsaan Turki yang bertekad untuk menjadi agen muslim yang baik, di manapun dan kapanpun. Sangat dalam menggugah dan dia sukses mewujudkannya. Mencoba bertahan hidup dalam lingkungan minoritas muslim di negara Eropa dengan kemampuan berbahasa Jerman yang agak terbatas. Ia berhasil menjadi lulusan kelas Bahasa Jerman terbaik, 'mentraktir' pemuda di cafe yang berbicara menyindir & menyudutkan kekalahan negaranya bertema roti croissant. Ia tidak berbalik memarahi orang-orang itu, malah justru membayar makanannya dan menuliskan alamat emailnya yang dia titipkan pada waitress. Oh sungguh indah Islam yang ditampakkannya. Walau akhirnya musibah menimpanya, ia menghilang beberapa waktu, kemudian kembali berdomisili di tanah airnya.

Penulis juga mendapatkan hidayah di sana. Perjalanan keliling Eropa (Austria, Spanyol, Perancis, Turki) dan berakhir di Saudi Arabia merupakan pengalaman ruhani yang kaya akan pemaknaan mendalam dari aplikasi ajaran Islam sebenarnya. Bagi kebanyakan orang perjalanan ke Eropa adalah traveling eksklusif, mahal, dan bisa berkunjung ke tempat populer pada umumnya, trus foto-foto deh :p Tapi penulis justru menapaki Eropa dengan mengambil hikmah yang tercecer dari sejarah peradaban Islam itu. Walau kita tak musti ke Eropa dulu baru belajar Islam, tapi peninggalan Islam di sana menyiratkan umat muslim akan satu hal bahwa Islam pernah berjaya di masa lalu, juga di masa depan. Entah kapan, tapi kita harus optimis karena udah contekannya di al Qur'an, hehe. Walau yang terjadi saat ini adalah kelemahan umat muslim di beberapa aspek, namun kita harus yakin bahwa suatu saat kejayaan itu akan bersinar kembali dan kita salah satu agen kebaikan itu.

Untuk lebih lanjut baca bukunya aja ya. Gak berniat meresensi koq, cuma kesan pribadi saya aja setelah baca buku ini. Jadi tambah pengen keliling Eropa sama anak-anak setelah dari Timur Tengah. Aamiin (doa kenceng-kenceng mumpung musim hujan, berharap diijabah-Nya) :) Semoga filmnya bisa membawa semangat yang sama, karena di bagian belakang ada konsep alur cerita film. Bagus! Tertuang jelas tahapan-tahapannya. Majulah terus penulis dan sineas Indonesia, kita merindukan tontonan dan bacaan yang berkualitas. Setidaknya bisa menjadi penghibur dan menambah pengetahuan. Serta membuat kita menyadari bahwa kita memiliki teman yang juga bermimpi sama dengan kita yaitu maju untuk kejayaan agama dan bangsa. (*)