Pages

Showing posts with label acne. Show all posts
Showing posts with label acne. Show all posts

January 31, 2015

Merawat Kulit Semasa Hamil

Selamat atas kehamilannya! Tentunya bagi seorang perempuan sangat bahagia ketika dinyatakan hamil. Baik pada kehamilan pertama ataupun kehamilan berikutnya. Menjadi calon ibu, atas janin yang dikandungnya. Namun, ketika menjalani proses kehamilan tahap demi tahap ada saja beberapa pengorbanan dan keluhan yang bisa dialami. Mulai dari persoalan asupan makanan seperti rasa mual, soal emosional, perubahan kondisi fisik, gigi yang ngilu, nyeri otot, sampai soal kulit yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor hormonal. Semua itu wajar saja dan bisa dialami ataupun tidak dialami sama sekali oleh para ibu hamil (bumil).

Namun, perubahan itu harus diatur agar bumil tetap merasa nyaman, sehat, dan terawat. Hal yang perlu diwaspadai adalah keamanan produk yang dikonsumsi. Dalam tulisan ini saya akan membahas soal perawatan kulit semasa hamil. Soal jerawat dari usia remaja sebenarnya sudah menjadi problem saya pribadi, kadang muncul banyak kadang sedikit tergantung kondisi hormonal. Nah, ketika hamil, hal ini semakin mempengaruhi kondisi fisik terutama soal wajah. Tapi karena obat-obatan sangat terbatas untuk digunakan maka perawatan dengan bahan natural menjadi pilihan.

Beberapa produk paket acne series yang sebelumnya rutin saya gunakan, serta merta harus dihentikan ketika mengetahui kabar kehamilan ini. Dari komposisi memang halal dan aman, namun salicylic acid yang ada hampir di tiap komposisi acne series membuat saya tidak yakin untuk terus melanjutkannya. Ketika konsultasi ke DSOG pun beliau hanya menyarankan, tidak usah diobati macam-macam. Nanti setelah melahirkan akan hilang dengan sendirinya. Jadi bersabarlah menunggu 9 bulan. Namun, di masa menyusui pun tetap harus waspada terhadap produk kosmetik yang aman dikonsumsi.

Ilustrasi gambar: from web

  • Untuk kebersihan wajah saya hanya menggunakan sabun zaitun batangan Duru Natural;
  • Penggunaan scrub untuk mengatasi komedo bisa diganti garam dapur;
  • Untuk masker bisa menggunakan satu sendok madu yang dipanaskan, atau bedak dingin, atau irisan buah-buahan (strawberry, lemon, ketimun, pepaya);
  • Bila kulit sangat kering, bisa oleskan minyak zaitun (yang biasa untuk masak, bukan produk kosmetik) atau minyak VCO yang diratakan tipis ke seluruh bagian wajah. Dipakai maksimal 30 menit saja, kemudian dibilas;
  • Jika ada jerawat memerah, bisa ditetes sedikit minyak habbatusauda. Semuanya serba alami, dan bisa diperoleh di dapur. Cuma memang tidak cespleng dan kurang praktis untuk dibawa-bawa berpergian, tapi paling tidak perawatan ini bisa dilakukan di rumah sambil mengerjakan aktivitas lainnya.

Adapun beberapa praktik perawatan kulit wajah semasa hamil yang saya lakukan antara lain:
Dalam menjaga kesehatan kulit semasa hamil, di samping beberapa perawatan di atas, kita juga bisa melakukan hal-hal berikut: 1) banyak konsumsi air putih, minimal dua liter sehari; 2) menggunakan body butter atau minyak zaitun untuk mengurangi stretch mark; 3) mandi 2-3 kali sehari untuk menjaga kebersihan tubuh. Terlebih lagi ketika hamil, biasanya kita akan merasa cenderung lebih panas dan berkeringat; 4) jika kulit terlalu berminyak gunakan bedak tabur, jika kering gunakan bedak padat; 5) menghindari segala produk pemutih.

Adapun dalam penggunaan kosmetik (make-up, parfum, pewangi, lotion, dll) bumil bisa memilih bahan yang relatif aman. Karena keamanan dan kehalalan produk harus menjadi prioritas utama dalam memilih apa yang ingin kita konsumsi sebagai seorang muslimah. Dengan memperhatikan label komposisi produk, mengecek zat-zat berbahaya, merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum menggunakan produk kecantikan (dalam kondisi hamil, menyusui, maupun tidak hamil). Semoga dengan begitu kita terhindar dari paparan efek produk yang berimplikasi pada penyakit di kemudian hari. Be smart, be glowing! (*)


*) re-post my article from: mommee.org

Mengatasi Jerawat

Jerawat selalu saja jadi masalah setiap orang terutama wanita, tak terkecuali saya. Hehe. Sejak remaja mulai deh yang namanya jerawat selalu mampir datang dan pergi, pyuuuh! Diobatin macem-macem tetap aja datang tak diundang.

Akhirnya sejak mulai kerja, saya mulai memperhatikan penampilan deh. Direkomendasikan oleh orang kantor juga sebaiknya ke dokter kulit aja. Akhirnya saya menjalani perawatan wajah deh tuh kurang lebih 2 tahun di dr. Inong Kirana, Sp.KK Cililitan. Alhasil, cling! Memang wajah saya bersih, kinclong. Makan obat oral juga dan berbagai pantangan lainnya yang membuat 'merana' hiks. haha. Iyalah karena pastinya ga bisa makan seafood, mengurangi minyak, dan sejumlah pantangan lainnya.

Sejak menikah, saya baru mulai mau kontrol lagi. Tapi suami gak sreg, karena memang antriannya boooow. Pendaftaran aja dari abis shubuh sudah ada yang datang. Udah gitu kudu terapi obat. Akhirnya suami memutuskan untuk gak usah melanjutkan lagi, toh dia juga no problemo, menerima saya apa adanya. Katanya dari dulu saya juga udah jerawatan, hehehe. Selain itu kita juga langsung program untuk kehamilan, jadi pasti obat-obatan yang berhubungan dengan kulit akan kontraproduktif untuk dikonsumsi bumil. Alhamdulillah saya juga langsung hamil setelah 1 bulan menikah :)

Alasan lainnya suami adalah soal keseimbangan hormonal, pastinya jerawat akan berhenti sendiri sesuai perkembangan usia biologis. Mama saya juga dulu begitu sih, berhenti jerawat pas menopause dan badan jadi melar. Hehe. Jadi mungkin itulah kenapa saya gak pernah mengalami masalah berat badan, karena hormon menyeimbangkannya dengan munculnya jerawat, hahay! Begitu juga soal stretch mark yang kerapkali dialami ibu-ibu pasca lahiran, alhamdulillah gak muncul di kulit saya, yeaay alhamdulillah ala kulli hal.

Dalam perkembangannya setelah bertahun-tahun hamil dan menyusui berurutan, kemudian selesai menyapih anak kedua, saya pun tergiur pakai ini itu kosmetik yang diiklankan di sosial media dengan baca referensi dan testimoni juga tentunya. Tapi tetap saja membuat kulit ketergantungan, karena memang sesungguhnya terapi kulit bukanlah penyakit yang cespleng diobatin langsung hilang. Tapi merupakan perawatan yang harus dijaga dengan seimbang, dari luar tubuh melalui aktivitas diri (olahraga) faktor paparan udara, dan kebersihan kulit juga dari dari dalam tubuh, dengan menjaga asupan makanan dan minuman.


Akhirnya ujung-ujungnya saya pilih kosmetik bermerk umum aja deh, yang jelas sumber dan halalnya. Untuk paket pembersih dan penanganan jerawat langsung saya pakai Wardah acne series. Untuk sabun pembersih saya pakai Duru Natural, ini juga ga sengaja nemu pas umroh di Arab. Ada sabun zaitun koq kayaknya bagus, murah lagi harganya cuma 1,95 SR. Di Indonesia ada juga sih yang jual 15 ribu rupiah. Jadinya karena cocok, saya minta bawain Papa sekalian banyak kalau pulang ke Indonesia. Trus untuk masker, kalau lagi males pake yang alami saya pakai bedak dingin Saripohatji. Bedak jadul rekomen teman yang jualan di Instagram. Saya baru dikasih tester padahal 3 bungkus, tapi sampe berbulan-bulan gak abis-abis nih tester. Ini cocok untuk jerawat yang lagi meradang.

Udah deh, perawatan simple aja gak mengandung resiko. Ya kalau jerawat muncul lagi dihadapi aja sebagai takdir. Haha. Toh hal lain banyak yang mesti saya syukuri sebagai anugerah. Makan melulu dan rajin ngemil tapi badan gak melar, kan sesuatu juga buat perempuan. Hihi. Yang terpenting adalah suami ridho dan no problemo, thats the point!

Karena berhubung sekarang lagi hamil anak ke-tiga, saya berhenti dulu deh acne seriesnya. Karena mengandung salicylic acid yang tidak aman bagi bumil. Untuk terapi dan perawatan kulit wajah selama hamil, bisa baca di artikel saya selanjutnya. So, acne = it doesn't a big problem! (*)